Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan.
Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di
malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan.
Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan
anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda
akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda
yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal.
Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya
dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan
dapatkan ketentraman batin.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam
sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh
air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran. Merenung
adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan.
Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas.
Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya
partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan.
Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan
pikiran anda yang bening.
Sabtu, 29 Oktober 2011
Ayah Terima Kasih
Tak ada kata yang pantas terucap untukmu ayah. Mungkin engkau bukan orang terdekat mungkin juga engkau bukan orang yang ada disampingku. Saat aq bahagia, kecewa bahkan sedih hingga meneteskan air mata.
Saat anak-anak pergi kesekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukannya karna kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakkan cahayanya. Saat anak-anak menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. andai dapat kubeli waktu kerjamu kala itu aq rela membayar dengan uang jajan q untuk bersamamu.kita mungkin bukan pasangan yang baik. kau sibuk dengan urusanmu sedangkan aq sibuk dengan khayal q.
Saat aq mulai tumbuh besar, kita mulai punya waktu untuk bersama. tapi bukan untuk bermain melainkan untuk pekerjaan yang tidak aq inginkan. Seolah kau menindasq jadi aq tak suka padamu.aq membenci semua tentangmu karena apa yang aku lakukan tidak sesuai dengan mu. Kau buat aq lemah dengan ucapan-ucapan kasarmu. Ingin rasanya kau pergi dari duniaq, mengakhiri semua penderitaan dalam hidup q.
Pernah sekali aq menyalahkan mu atas apa yang terjadi dalam hidupq. Kusadari saat kau menangis saat q terbangun. sejenak dari tidur lelap q. Lama setelah itu, q pandangi wajahmu saat kau tertidur lelap.Terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkan q. terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untukq. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu, Tak ingin fasanya kehilanganmu dari sisiq.
Kini aq telah dewasa menjadi seorang yang mandiri yang tidak bisa melupakan kasih sayang keluarganya. kau ajarkan aq menjadi orang yang siap menghadapi kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaq bagaiman jadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaq mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aq berdiri dijalan yang penuh hambatan dan rintangan agar aq dapat menaklukkan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aq sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum sanggup memimpin orang lain. dan yang jauh lebih penting dari itu semua adlah kau membuat aq merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan padaq.
Karena itulah aq selalu bedoa "Semoga Tuhan Memberi Yang Terbaik Untukmu" Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungq, hatiq berkata "TERIMA KASIH AYAH".
Saat anak-anak pergi kesekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukannya karna kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakkan cahayanya. Saat anak-anak menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. andai dapat kubeli waktu kerjamu kala itu aq rela membayar dengan uang jajan q untuk bersamamu.kita mungkin bukan pasangan yang baik. kau sibuk dengan urusanmu sedangkan aq sibuk dengan khayal q.
Saat aq mulai tumbuh besar, kita mulai punya waktu untuk bersama. tapi bukan untuk bermain melainkan untuk pekerjaan yang tidak aq inginkan. Seolah kau menindasq jadi aq tak suka padamu.aq membenci semua tentangmu karena apa yang aku lakukan tidak sesuai dengan mu. Kau buat aq lemah dengan ucapan-ucapan kasarmu. Ingin rasanya kau pergi dari duniaq, mengakhiri semua penderitaan dalam hidup q.
Pernah sekali aq menyalahkan mu atas apa yang terjadi dalam hidupq. Kusadari saat kau menangis saat q terbangun. sejenak dari tidur lelap q. Lama setelah itu, q pandangi wajahmu saat kau tertidur lelap.Terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkan q. terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untukq. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu, Tak ingin fasanya kehilanganmu dari sisiq.
Kini aq telah dewasa menjadi seorang yang mandiri yang tidak bisa melupakan kasih sayang keluarganya. kau ajarkan aq menjadi orang yang siap menghadapi kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaq bagaiman jadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaq mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aq berdiri dijalan yang penuh hambatan dan rintangan agar aq dapat menaklukkan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aq sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum sanggup memimpin orang lain. dan yang jauh lebih penting dari itu semua adlah kau membuat aq merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan padaq.
Karena itulah aq selalu bedoa "Semoga Tuhan Memberi Yang Terbaik Untukmu" Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungq, hatiq berkata "TERIMA KASIH AYAH".
Langganan:
Postingan (Atom)